Connect with us

Inovasi

Begini Canggihnya Teknologi Goal Line Untuk Meyakinkan Keabsahan Gol

Published

on

Begini Canggihnya Goal Line Technology Untuk Meyakinkan Keabsahan Goal
(foto: forbes)

Keterbatasan pengamatan wasit seringkali melahirkan kontroversi keabsahaan sebuah goal. Beberapa keputusan kontroversi atas sebuah gol pada sejumlah pertandingan sepak bola pun pernah terjadi, diantaranya: Liga Utama Inggris dan Piala Dunia FIFA 2010.

Maka pada tahun 2012 International Footbal Association Broad (IFAB) memutuskan untuk menggunakan Goal Line Technology dalam memantau keabsahan goal. Goal Line Technology adalah sebuah terobosan technology garis gawang yang bekerja untuk menentukan sah tidaknya sebuah goal dengan bantuan perangkat elektronik.

Ada beberapa macam Goal Line Technology, diantaranya: Goal Control 4D, Hawk Eye, Goal Ref dan lainnya. Semua jenisnya memiliki kecanggihan berbeda yang mampu menunjukan keabsahan sebuah goal. Berikut beberapa Kecanggihan Goal Line Technology yang telah digunakan pada ajang sepak bola dunia.

1. Kamera Pelacak milik Hawk Eye

Begini Canggihnya Teknologi Goal Line Untuk Meyakinkan Keabsahan Gol

(foto: forbes)

Hawk Eye merupakan teknologi yang paling terkenal diantara jajaran Goal Line Technology lainnya. Teknologi ini menggunakan empat belas kamera canggih yang ditempatkan disekitar stadion menuju kea rah dua tiang gawang.

Tentunya, kamera tersebut diletakan pada posisi yang berbeda. Empat belas kamera tersebut memiliki kecepatan tinggi dalam melacak bola, disertai akurasi yang tinggi. Teknologi ini menggunakan system triangulasi, untuk menghitung jarak posisi bola pada garis gawang.

Walaupun pandangan beberapa kamera terhalang oleh tubuh pemain, gambar yang dihasilkan kamera pelacak milik Hawk Eye ini masih dapat diandalkan. Hal ini karena ada tiga dari empat belas kamera pelacak yang bertugas mengimplementasikan triangulasi atau menghutung jarak.

Sisanya focus untuk menghasilkan gambar. Hawk Eye pertama kali digunakan pada Liga Primier 2013-2014 di Inggris. Sejak saat itulah, teknologi ini banyak digunakan pada liga sepak bola Ivy lainnya.

Baca juga:

2. Kamera Penghitung Lintasan Milik Goal Control 4-D

Begini Canggihnya Teknologi Goal Line Untuk Meyakinkan Keabsahan Gol

(foto: forbes)

Mirip dengan Hawk Eye, Goal Control 4-D juga mempunya empat belas kamera berkecepatan tinggi, diletakan pada area yang berbeda menuju gawang. Tujuh kamera milik Goal Control 4-D berfungsi untuk menghitung posisi bola pada dan lintasan gawang untuk menghilangkan ambiguitas pada bola yang melintas di garis gawang.

Jadi, 7 kamera tersebut tidak hanya berfungsi mengambil gambar loh guys..! Goal Control 4-D pernah digunakan pada Piala Dunia 2014 silam. Selain itu, control 4-D juga sering digunakan pada pertandingan olahraga selain sepak bola, seperti pertandingan tenis.

3. GoalRef Punyai Atena yang langsung tersambung Pada Komputer

Begini Canggihnya Teknologi Goal Line Untuk Meyakinkan Keabsahan Gol

(foto: forbes)

GoalRef menggunakan teknologi sirkuit elektronik pasif, yang ditanamkan pada bola.  Teknologi tersebut dapat menghasilkan medan magnet berfrekuensi rendah yang dapat menutupi seluruh mulut gawang, saat bola meleset melewatinya.

Selain itu, terdapat atena yang dipasang pada palang dan tiang gawang pararel. Atena tersebut menghasilkan medan magnet, yang berfungsi mengantarkan data secara visual pada computer.

Sehingga apabila bola melawati garis gawang, data secara visual akan tersalurkan pada computer. Peringatan yang menandakan gol dikirim ke wasit dalam waktu setengah detik. GoalRef pertama kali digunakan pada Piala Dunia 2012.

Goal Line technologi  (GLT) ini tentu dapat membantu wasit dalam menentukan keabsahan sebuah goal secara objektif. GLT tidak ditunjukan untuk menggantikan peran wasit dan para hakim garis dalam menyatakan sebuah gol.

Namun, lebih membantu mereka dalam mengambil keputusan dilapangan pertandingan. GLT pun harus memberikan indikasi yang jelas dan konkrit pada sebuah gol yang terjadi di lapangan pertandingan. Informasi inilah yang nantinya akan membantu wasit dalam membuat keputusan akhir.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *